Kami adalah Agisha Mutiara Yogas Asmarani Suci , Romanna Tria Debora Aritonang , dan Ade Syaripah adalah penghuni pertama sebuah kamar di Gedung A1 Lorong 10 .
Latar belakang budaya kami yang berbeda tak menjadi masalah untuk kami . Lalu datanglah seorang lagi bernama Radhita Chairani sebagai penghuni terakhir yang menempati kamar tersebut .
Agisha Mutiara Yoga Asmarani Suci yang biasa dipanggil "Gisha" , Romanna Tria Debora Aritonang yang dipanggil "Anna" , Ade Syaripah dipanggil "Ade" , dan Radhita Chairani yang dipanggil "Dhita" dipersatukan menjadi sebuah keluarga baru yang kecil didalam ruangan yang terbilang tidak terlalu luas yang bernama Kama 135 .
Kamar 135 terbilang cukup strategis karena letaknya disamping kamar mandi dan depannya adalah tangga menuju lantai 1 , dan kamar itu berada di ujung pemisah antara lorong 10 dengan lorong 6. Kesan Awal menempati kamar itu adalah penasaran karena ada di salah satu meja belajar , tempat tidur , dan lemari tertempel kertas dengan tulisan "Anna :)" . Aku dan Ade bingung , "Who is Anna?" . Ini kok ada namanya tapi orangnya engga ada . Hingga akhirnya 3 hari kemudian datanglah dua orang sosok wanita , yaa itu adalah Anna dan kakaknya . Lalu kami-pun berkenalan . Tenyata eh ternyata , Anna berasal dari Medan , jauh kaan yaaa . Oh iyaa yaa , aku belum bercerita yaa kalau Ade itu berasal dari Tasikmalaya , dan aku sendiri berasal dari Bekasi .
Sebulan selang setelah anak-anak yang diterima SNMPTN Undangan memasuki asrama , sekarang kami harus ditambah oleh anak-anak yang diterima di jalur SNMPTN Tulis dan UTM . Aku , Anna , dan Ade penasaran "Siapakah yang menjadi next 135?" . Kamar-kamar yang lain sudah kedatangan teman baru dan kita masih belum juga kedatangan teman baru . Akhirnya datanglah seorang perempuan dengan gaya yang LAKI ditemani dengan ibunya , yaa dia adalah Dhita . Aku , Ade , dan Anna saling beratatapan penuh makna dan arti . Saat Dhita mengantar ibunya untuk pulang kami bertiga berdiskusi "Haduh gimana itu diatas , apa engga takut roboh?" . Memang Dhita saat itu agak sedikit Subur , jadi kami agak khawatir ditambah kasur yang diatas Ade agak rapuh . Kalau aku sendiri tidur diatas tempat tidurnya Anna . Oh iya , Dhita itu berasal dari Bekasi juga loh ternyata , tapi sekolahnya di Jakarta .
![]() |
| Kiri-Kanan: Dhita - Gisha - Ade - Anna |
![]() |
| Kiri-Kanan : Ade -Gisha |
Waktu yang kian lama memaksa kami untuk bertemu membuat kami berempat semakin dekat dan semakin dekat , hingga rasa sayang keluarga pun muncul . Akhirnya kami membuat panggilan sendiri , Aku dengan Gisong , Anna dengan Ance, Ade dengan Gode dan Ipeh , Dhita dengan Dhitong . Oh iyaa, di Lorong anak-anak menyebutku dengan Ibu tiri , Anna dengan Bapak , Ade dengan Kakak , dan Dhita dengan Anak terakhir . Kalau kata mereka , aku seperti Ibu bagi mereka soalnya suka ngingetin dari segala hal .
![]() |
| Kiri-Kanan : Gisha - Dhita |
Oh iyaa ada keunikan di kamar 135 looh . Anna suka banget beli makannya di Agri dengan lauk Ikan teri + balado kentang atau tempe tahu . Ade sukanya makan usus dan dhita sukanya makan ayam . Ade suka banget sama yang namanya Angry Bird , kalau Dhita sukanya sama Conan dan yang berbau LAKI, sedangkan Anna sukanya cewek *eh (masih normnal kok Anna).
![]() |
| Kanan-Kiri : Anna - Gisha |
Tak terasa waktu yang memisahkan kita , waktu juga yang mempertemukan kita . Akhirnya kamar 135 dicek oleh teteh BRT untuk dicek kelengkapan barang-barangnya , awalnya sih biasa aja , tapi setelah pintunya dikunci dan kunci kami semua diambil tak disangka air mata meluncur sendiri ke pipi dengan derasnya tanpa memberi aba-aba terlebih dahulu . Aku , Ade , Dhita , dan Anna berpelukan , tetapi hanya Anna yang tak meneteskan sedikitpun airmatanya , sungguh Ia sosok yang sangat tegar .
Aku teringat dengan kata-kata Dhita :
"Kalian mau kemana ? Nanti aku sama siapa ? Nanti aku sendiri , sepi"
Spontan aku saat itu langsung menghampiri dan memeluknya lagi sembari menangis . Lalu Anna dan Ade ikut berpelukan sambil berkata ,
"Tenang, Dhita . Pintu kostan kami akan selalu terbuka lebar untuk kamu . Kita tidak akan kemana-mana , kita akan tetap menjadi sebuah keluarga kecil . Jangan lupakan kita , ingat kebersamaan kita selama setahun ini , ga boleh males lagi , ga boleh ketiduran lagi."
Lalu aku mengambil barang-barang bawaan yang akan ku taruh di kamar baruku bersama Alifani Yasinta (salah satu penghuni lorong 10) . Lagi-lagi aku menangis , berat rasanya meninggal mereka , keluarga baruku yang kecil .
Oooopss , lupa satu lagi nih . Belum pada tau kan kami semua berjuang di Departemen apa ?
Yaaa , Aku adalah salah satu dari 100 orang yang menjadi mahasiswa di Departmen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam . Anna adalah mahasiswa Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia . Ade adalah mahasiswa Silvikultur, Fakultas Kehutanan. Dan yang terakhir Dita mahasiswa Ilmu Produksi dan teknologi Peternakan , Fakultas Peternakan.
"135 , cantik memang angka itu . Kamar terakhir di salah satu gedung yang bernama A1 . Aku , dan kamu semua dipersatukan oleh yang Maha Kuasa dengan kata Keluarga di tempat asing yang sebelumnya tak pernah kita ketahui . Aku dan kamu semua dipertemukan oleh waktu dalam suatu ikatan yang takkan pernah berujung meski watu juga yang memisahkan kita . Ingat kita akan selalu menjadi keluarga kecil . Love you all my 135. "




Tidak ada komentar:
Posting Komentar