Kamis, 06 Desember 2012

Kamu

Kamu .....
Kamu .....
Kamu .....

Kamu ?
Siapa kamu ?

Kamu ?
Kenapa kamu ?

Kamu ?
Dimana kamu ?

Kamu ?
Bagaimana kamu ?

Kamu ?
Kapan kamu ?

Kamu ?
Hmm , rasanya sejuta pertanyaan yang akan ku lontarkan tak dapat menjawab semuanya tentang kamu.
Kamu ?
Yaa , kamu . Karena kamu itu lebih dari sekedar jawaban .

Kamu ?
Kamu itu seperti sebuah potongan puzzle yang tadinya hilang entah kemana dan sekarang sudah ditemukan kembali .

Kamu ?
Kamu itu bagaikan rangkaian digital dengan rangkaian flip-flop dengan gates NAND . Apabila input R' dan S' dua duanya 0 , maka tidak diperbolehkan .

Kamu ?
Kamu itu kalau di algoritme dan pemrograman bagaikan looping . Karena selalu me-looping pikiran maupun hati .

Kamu ?
Kalau di matematika diskret bagaikan Graf yang berbentuk lingkaran , yang tak pernah ada ujungnya .

Kamu ?
Aljabar Linear menginterpretasikan kamu bagaikan aksioma-aksioma. Karena aku terus mempertanyakan apakah aksioma tersebut berlaku ke kamu .

Kamu ?
Tidak hanya aljabar linear, algoritma dan pemrograman , rangkaian digital, dan matematika diskret . Menurut metode statistika kamu itu bagaikan pengujian hipotesis yang ada titik kritis , statistik uji , hipotesis , kesimpulan , dan daerah penolakan .

Kamu ?
Kalkulus lanjut menyanjungmu seperti pada bab deret dan barisan , yaitu kamu itu bagaikan uji deret harmonik . Deretnya semakin lama menuju suatu angka yang lebih besar dengan pelan-pelan .

Kamu ?
Hemm , kalau kata ekonomi syariah apa yaa ?
Oke, aku tau . Kalau kata ekonomi syariah kamu itu pemimpin .

Kamu , kamu , kamu , dan kamu .
Aku , aku , aku , dan aku .
Kamu dan aku , kamu dan aku , kamu dan aku , kamu dan aku .
Menjadi kita ,
Ya kita .

Tidak ada komentar: