Bisa dibilang kalau 19 tahun itu bukan remaja lagi tapi bukan young adult lagi , melainkan masa transisi dimana harus berubah dari teenagers ke young adult.
Banyak pergolakan dimasa-masa ini , dari pertemanan, persahabatan, sampai masalah percintaan . Saat itu kita dihadapkan dengan sejumlah masalah-masalah agar kelak saat menjadi young adult, kita sudah siap dengan segalanya .
Banyak banget perbedaan yang dirasakan ketika mau menjelang umur 20 tahun . Pola pikir, tujuan hidup berubah begitu labilnya . Terasa sekali , saat mau menjelang 20 tahun , pola berpikir jadi lebih realistis . Hidup bukan sekedar hidup , tidak liat nanti bagaimana tapi bagaimana nanti .
Masalah percintaan juga tak kalah realistisnya . Intinya sih yaa , bukan kayak anak SMA lagi yang pacaran hanya untuk main-main dan seneng-seneng tapi untuk sekarang, masa depan, dan selamanya .
Memang manusia hanya bisa berencana dan berdoa , kelak Allah yang akan menentukan . Tapi kita juga harus berusaha bagaimana kelak semua itu menjadi terwujud . Jadi inget kata Mama dan Ayah :
"Suatu hubungan itu berjalan lancar atau tidaknya ya dari kita sendiri gimana cara mempertahankannya kak."
Jadi terinspirasi oleh kisah hubungan mama dan ayah yang bertahan selama 7 tahun untuk merangkai cerita cinta , lalu dilajutkan dengan mahligai rumah tangga yang indah dan dikaruniai 2 orang peri kecil, yaitu aku dan adikku.
Dimasa ini makin memikirkan , kelak aku akan menjadi seorang makmum yang akan menjadi ibu dari peri-peri kecilnya . Makin membenahi diri untuk menjadi seorang makmum yang pantas untuk imamnya dan ibu yang pantas untuk peri-peri kecilnya .
Selain itu , makin mengerti bagaimana rasanya menjadi orang tua . Rasanya ingin berkali-kali mengucapkan beribu kata terima kasih tapi tak cukup untuk membayar semua pengorbanan dan kasih sayang yang mereka berikan.
Selamat menuju 20 tahun . Semoga semakin istiqomah yaa . Semoga semakin pantas menjadi seorang makmum dan anak yang sholehah , semoga juga makin pantas menjadi seorang ibu . Aamiin .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar