Minggu, 14 April 2013

Terima Kasih

Aku ini siapa? Aku bukan siapa-siapa.
Aku tidak cantik. Aku biasa saja.
Aku tidak pintar. Aku biasa saja.
Aku tidak kaya. Aku biasa saja.

Kau ingat aku pernah bertanya padamu,"Mengapa kau memilihku? Dia cantik,kau bisa memilihnya. Ah,dia juga pintar,kau pasti menyukainya. Mengapa bukan dia? Mengapa aku?". Tapi kau hanya tersenyum dan menggelengkan kepalamu,"Memangnya hanya diukur dari hal-hal seperti itu ya? Kau salah..". Lalu katamu,"Memangnya harus ada alasannya? Wah,sepertinya aku tidak punya..". Tau tidak? Rasanya saat itu ingin sekali loncat-loncat saking senangnya..

Terima kasih, sayang.
Terima kasih karena mau bersabar menunggu hatiku mau menerimamu. Pintaku,tolong jangan membuatnya terluka lagi ya? Aku tidak mau merasakan sakit yang sama untuk kedua kalinya. Tapi aku percaya,kau tidak akan begitu. Aku percaya.
Terima kasih sudah mengorbankan banyak hal untukku yang sebenarnya tidak layak menerima itu semua. Tentang perasaanmu,maafkan aku. Aku sering sekali membuatmu murung ya? Aku seringkali tidak peka dan tidak peduli pada perasaanmu. Kau tau aku tidak pernah bermaksud begitu. Tidak akan lagi kuulangi,aku janji. Tapi, marahlah padaku jika kau ingin. Aku lebih suka melihatmu marah padaku daripada kau marah dalam diammu. Aku tidak suka melihatmu duduk sendiri dibalkon dan tidak mengacuhkanku. Meskipun kau bilang itu bukan salahku tapi tetap saja aku merasa sangat-bersalah. Jangan katakan padaku,"Kamu gak salah. Kamu gak pernah salah.." Aku tidak suka mendengarnya. Terbukalah untuk hal-hal yang membuatmu tidak nyaman. Karena aku seringkali tidak sadar. Jujurlah. Aku akan sangat menghargainya.
Terima kasih sudah mau bersabar mengajariku banyak hal. Terima kasih untuk banyak waktu berharga yang sudah kau luangkan untukku. Meskipun hanya sekedar untuk berbincang tentang banyak hal yang tidak terlalu penting, tapi itu menyenangkan sekali. Aku tidak tau kenapa,tetapi mengobrol denganmu tidak pernah membosankan. 
Dan.. terima kasih karena kau mau menerimaku apa adanya. Aku yang ceroboh. aku yang cengeng. Aku yang manja. Aku yang pemalas. Aku yang suka merengek. Semuanya. Terima kasih untuk kesabarannya. Terima kasih karena kau tidak pernah bosan mendengarkan ocehanku. Terima kasih karena kau selalu duduk disampingku saat aku sedang menangis. Tau tidak? Meskipun kau hanya diam atau hanya sekedar mengusap kepalaku,itu berharga sekali.

Aku tidak tau harus berkata apa lagi. Hanya terima kasih. Itu saja.

Tidak ada komentar: