Kamis, 26 September 2013

Ya,
Sekarang kamu hanya bisa untuk sekedar melihatnya saja.
Ada sapa yang kamu tunjukkan, tidak dengan mulutmu tapi dengan air matamu .

Ya,
Raga kamu mungkin memang sedang ditempat itu, tapi hati dan pikiranmu entah melayang ke titik mana.
Kamu hanya bisa diam, dan berbicara dengan hatimu sendiri .

Kamu tau kamu salah, kamu ngerti kamu salah.
Dominan dilawan dominan tidak akan pernah bisa selesai dan memang bukan seharusnya kamu bersikap seperti itu .

Kamu tak bisa menjelaskan apa yang kamu rasa saat ini.
Cuma yang kamu bisa lakukan adalah tetap menjadi biasa saat tidak biasa.

Semua memang tergantung bagaimana cara membacanya,
tapi tak luput dari semua itu dalam membaca ada atribut lain yang bekerja, ga cuma mata tapi juga hati.

Kamu bingung harus berbuat apa,
Kamu ga ngerti harus memulai dari bagian mana .
Yang cuma kamu pahami adalah bagaimana hati kamu berbicara, dan kamu mengikutinya .

Ketika pagi datang dan kamu rasa ada sesuatu yang hilang,
Dan ketika kamu dihadapkan dengan suatu ruangan bersama dengannya dan kamu tahu ia tak ada, kamu akan bertanya dan menemukan jawabannya, dan ketika itu pula kamu khawatir kepadanya.
Cukup dengan sebuah pesan darinya yang berisikan bahwa ia sudah ada, kamu akan merasa lega.
Iya lega, dan kamu tersadar bahwa di pagi itu yang kamu rasa ada sesuatu yang hilang adalah dia.
Kamu tau bagaimana hati kamu tertata kepadanya . Kamu tau kalau hati kamu tetap sama kepadanya meskipun terkadang ia yang mengancurkan hatimu sendiri, tetapi hatimu bisa meng-ignore semuanya dan kembali baik baik saja. Hatimu selalu lemah jika harus berhadapan dengannya, meskipun pada awalnya kamu bersikuat untuk bisa melawannya dan hasilnya ternyata kamu lemah.

Dan disaat itu kamu hanya bisa bercerita kepada Yang Memiliki 'Arsy agar selalu menjaganya kapanpun ia berada.

Tidak ada komentar: